DENPASAR, Induk KUD: Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan minimal 2 koperasi masuk daftar nominasi 300 koperasi kelas dunia yang dikeluarkan International Cooperatives Alliance (ICA) tahun 2013.

Setyo Heriyanto, Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan tahun ini dari 5 koperasi skala besar yang didaftarkan, belum mampu menembus 300 nominasi World Cooperative Monitor (WCM) yang dipublikasikan ICA.

Menurut Setyo karena omset koperasi yang diusulkan jauh di bawah peringkat 300 koperasi besar dunia yang rata-rata mencapai Rp12 triliun per tahun.

“Koperasi terbesar di Indonesia baru mencapai Rp7,77 triliun, kendala lainnya adalah belum mampunya koperasi di Indonesia untuk mengelola dana corporate social responsibility,” katanya, selasa (13/11/2012).

Di samping itu koperasi terbesar di Indonesia belum terbiasa menginformasikan semua program dan aktivitasnya dalam bentuk website.

Melalui konferensi ‘Developing Global 300 Conference’ yang akan digelar di Sanur itu diharapkan 3 perwakilan koperasi skala besar tiap provinsi di Indonesia didorong untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan meningkatkan kualitas.

Konferensi 12-14 November itu akan menggelar pertemuan bisnis, pameran produk koperasi, dan pelatihan koperasi Indonesia dan internasional yang telah masuk daftar 300 koperasi kelas dunia.

Setyo berharap dapat disajikan laporan dan kesimpulan tertulis pelaksanaan konferensi ini yang dijadikan dokumen rujukan bagi pemerintah, gerakan koperasi, pakar dan praktisi koperasi dalam rangka mendorong revitalisasi koperasi Indonesia menuju koperasi kelas dunia.

“Setelah itu diharapkan terjadi peningkatan daya saing koperasi Indonesia baik di tingkat nasional maupun global yang akan memperkokoh struktur perekonomian nasional yang tahan akan pengaruh krisis ekonomi dunia,” katanya.

Data Kemenkop dan UKM pada Mei Mei 2012 terdapat 192.443 koperasi, dengan 33.687.417 anggota. Volume usaha mencapai Rp95,062 triliun dan modal; yang dihimpun dari anggota Rp43,309 triliun, sdeangkan modal luar mencapai Rp46,339 triliun.

Sumber: BisnisDENPASAR, Induk KUD – Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan minimal 2 koperasi masuk daftar nominasi 300 koperasi kelas dunia yang dikeluarkan International Cooperatives Alliance (ICA) tahun 2013.

Setyo Heriyanto, Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan tahun ini dari 5 koperasi skala besar yang didaftarkan, belum mampu menembus 300 nominasi World Cooperative Monitor (WCM) yang dipublikasikan ICA.

Menurut Setyo karena omset koperasi yang diusulkan jauh di bawah peringkat 300 koperasi besar dunia yang rata-rata mencapai Rp12 triliun per tahun.

“Koperasi terbesar di Indonesia baru mencapai Rp7,77 triliun, kendala lainnya adalah belum mampunya koperasi di Indonesia untuk mengelola dana corporate social responsibility,” katanya, selasa (13/11/2012).

Di samping itu koperasi terbesar di Indonesia belum terbiasa menginformasikan semua program dan aktivitasnya dalam bentuk website.

Melalui konferensi ‘Developing Global 300 Conference’ yang akan digelar di Sanur itu diharapkan 3 perwakilan koperasi skala besar tiap provinsi di Indonesia didorong untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan meningkatkan kualitas.

Konferensi 12-14 November itu akan menggelar pertemuan bisnis, pameran produk koperasi, dan pelatihan koperasi Indonesia dan internasional yang telah masuk daftar 300 koperasi kelas dunia.

Setyo berharap dapat disajikan laporan dan kesimpulan tertulis pelaksanaan konferensi ini yang dijadikan dokumen rujukan bagi pemerintah, gerakan koperasi, pakar dan praktisi koperasi dalam rangka mendorong revitalisasi koperasi Indonesia menuju koperasi kelas dunia.

“Setelah itu diharapkan terjadi peningkatan daya saing koperasi Indonesia baik di tingkat nasional maupun global yang akan memperkokoh struktur perekonomian nasional yang tahan akan pengaruh krisis ekonomi dunia,” katanya.

Data Kemenkop dan UKM pada Mei Mei 2012 terdapat 192.443 koperasi, dengan 33.687.417 anggota. Volume usaha mencapai Rp95,062 triliun dan modal; yang dihimpun dari anggota Rp43,309 triliun, sdeangkan modal luar mencapai Rp46,339 triliun.

Sumber: Bisnis