Pabrik CPO Mini Siap Beroperasi

Pabrik CPO Mini Siap Beroperasi

Jakarta, Induk KUD – “Jangan takut membuat para petani dan nelayan menjadi orang kaya. Anda tidak mungkin jatuh miskin hanya karena membuat para petani dan nelayan menjadi orang kaya. Kalau kalian membuat petani dan nelayan kaya maka kalian sudah pasti menjadi lebih kaya raya”. Kalimat ini sering diucapkan oleh Ketua Umum Induk KUD, Herman Wutun dalam setiap kesempatan pada sambutan penandatanganan kerjasama usaha dengan mitra usaha luar negeri.

Sebagai insan Koperasi yang berpengalaman, Herman Wutun meyakini Koperasi sebagai instrumen paling efektif untuk pemerataan ekonomi baik dalam distribusi pendapatan juga kekayaan; melalui instrumen koperasi maka masyarakat bukan hanya akan mendapatkan keadilan pendapatan, tapi juga memberikan kesempatan masyarakat kecil untuk mengkreasi kekayaan.

Sehingga dalam setiap penandatanganan kerjasama usaha dengan mitra usaha luar negeri, Herman Wutun selalu menekankan bahwa kerjasama yang akan dilakukan tidak semata-mata masalah bisnis belaka, tetapi juga memberikan dimensi sosial yang luas dalam rangka mensejahterakan petani dan nelayan melalui distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil.

Hal tersebut tercermin dalam kerjasama Induk KUD dengan Controlnet, Taiwan dalam pembangunan Pabrik CPO Mini kapasitas 5 Ton/jam berikut Biomass Power Plant 0,5 MW di Jambi. Selain berorientasi bisnis juga bertujuan untuk menampung produksi sawit dari lahan perkebunan sawit rakyat yang sebagian besar merupakan petani anggota KUD yang tidak tertampung oleh pabrik perusahaan besar yang telah memiliki lahan perkebunan sendiri dan lokasi pabrik pengolahan yang cukup jauh.

Ini merupakan upaya Induk KUD untuk membantu Pemerintah sebagai salah satu langkah menekan ketimpangan antar-daerah dan pemerataan pertumbuhan ekonomi serta memberikan peran yang besar kepada Pusat KUD Jambi, KUD dan anggota KUD petani sawit disekitar pabrik.

Menurut Herman Wutun, perkebunan sawit rakyat pada umumnya tersebar dan tidak berada dekat pusat-pusat pengolahan kelapa sawit yang biasanya berlokasi di tengah atau di dekat perkebunan perusahaan besar. Herman Wutun menambahkan bahwa banyak petani kelapa sawit bergantung kepada Pabrik CPO besar untuk mengolah hasil kebun sawit walaupun jauh dari perkebunan mereka.

“Ini merupakan masalah yang menekan pendapatan para petani sawit, namun ketersediaaan Pabrik CPO Mini membuka kemungkinan mengatasi permasalahan tersebut”. “Kami membangun Pabrik CPO Mini berdekatan dengan perkebunan sawit rakyat, hingga tidak saja mengurangi biaya transportasi tetapi juga memberikan pilihan harga jual bagi petani sawit”, imbuhnya.

Herman Wutun menjelaskan Pabrik CPO Mini memiliki kapasitas 5 Ton per jam dan menghasilkan CPO yang memenuhi standar kualitas RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil). Teknologi yang digunakan dan mesin produksi sepenuhnya berasal dari Taiwan dan ramah lingkungan. Limbah dari pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) diolah kembali untuk membangkitkan tenaga listrik. ”Kami juga membangun Biomass Power Plant 0,5 MW di dekat Pabrik CPO Mini”. ”Limbah hasil pengolahan TBS digunakan untuk pembangkit generator listrik, selain untuk keperluan Pabrik CPO Mini, juga dapat dimanfaatkan petani dan masyarakat sekitar Pabrik CPO Mini”, terangnya.

Pabrik CPO Mini dan Biomass Power Plant 0,5 MW ini telah memasuki tahap penyelesaian dan sedang melakukan uji coba produksi. Sesuai penjelasan Direktur Utama Induk KUD, Portasius Nggedi, uji coba produksi CPO sudah dimulai awal Mei 2019 dan setelah penyelesaian setting mesin, juga akan dilakukan uji coba Biomass Power Plant 0,5 MW.

“Secara teknis Pabrik CPO ini sudah siap untuk berproduksi”. “Direncanakan akan diresmikan pada bulan Juli 2019, bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan Induk KUD Tahun Buku 2018 di Jambi”, terangnya. “Apabila semua berjalan sesuai skedul, kami akan membangun Pabrik CPO Mini lagi di di Sungai Bahar Jambi, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan”, tutup Portasius Nggedi. (TAB)

Share

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *