KUD Dinilai Sudah Saatnya Berganti Kemasan

KUD Dinilai Sudah Saatnya Berganti Kemasan

Bandung, Induk KUD –¬†Revitalisasi Koperasi Unit Desa perlu dibarengai dengan pergantian kemasan, sehingga menciptakan gairah baru, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat Anton Gustoni di Bandung, Jumat.

“Revitalisasi koperasi berarti membuat koperasi kembali menjadi penting di tengah perkembangan zaman. Koperasi bisa berganti kemasan. KUD sudah terdengar usang, sehingga harus berubah menjadi koperasi agribisnis. Alternatif ini layak dipertimbangkan,” katanya.

Gustoni menyebutkan revitalisasi kelembagaan KUD terbagi dalam tiga bagian yakni struktur kelembagaan, proses dan perilaku, sehingga revitalisasi KUD tidak lepas dari peran Dinas KUMKM Jabar, Puskud, dan Dekopinwil Jabar.

Menurut dia, dari 486 unit KUD yang ada di Jabar, 170 unit di antaranya tidak aktif.

Jumlah anggota KUD mencapai 285.855 orang, volume usaha Rp284,5 miliar, total aset Rp1,26 triliun, dan SHU (sisa hasil usaha) Rp4,8 miliar.

“KUD tetap memiliki potensi yang luar biasa, dan salah satu fokus dari revitalisasi koperasi di Indonesia, dan yang jelas perlu ada satu sinergi semua pihak,” katanya.
Keberhasilan revitalisasi ini, lanjut Bram, butuh sinergitas dan keterlibatan semua pihak. Kabupaten/ kota agar membimbing KUD dalam pelaksanaan RAT, sisi kelembagaan sehingga KUD tidak aktif menjadi aktif.

Ia pun berharap, Puskud sebagai induk KUD tingkat Provinsi mampu membangun sinergi antara pusat, provinsi, kabupaten/ kota, serta menjaga hubungan yang harmonis antara pembina, mitra kerja dan stakeholder lainnya.

Sementara, Ketua Puskud Jawa Barat Toto Iskandar mengatakan KUD lahir karena adanya program swasembada beras dan oleh pemerintah diberi peran sebagai distributor pupuk.

Namun, dalam perjalanannya dan runtuhnya Orde Baru, peran Puskud dan KUD pun semakin terbatas. Ia berharap fungsi KUD dikembali secara maksimal sebagai distributor pupuk.

“Saat ini, Puskud Jabar jadi distributor baru di dua kabupaten yakni Sukabumi dan Karawang. Kita ingin dibuka lagi oleh Kujang untuk Subang, Cianjur dan Bekasi. Namun terkendala sistem rayonisasi, sehingga Puskud tidak mampu melayani anggota atau KUD,” kata Toto.

 

Share

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *