Induk KUD Indonesia Jalin Lima Kemitraan Strategis untuk Dongkrak Ekonomi Desa dan Koperasi
Jakarta, Induk KUD – Dalam rangkaian acara bertajuk ‘Jejak Pendiri Bangsa 1947-1969: Perencanaan Pembangunan Nasional Berbasis Satu Data untuk Pengembangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih’ yang berlangsung di Kementerian Bappenas/PPN, Selasa 25 November 2025 (25/11/2025), Induk KUD Indonesia melakukan sebuah lompatan strategis dengan menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) bersama berbagai BUMN dan mitra usaha nasional. Kerja sama ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi desa, digitalisasi, dan ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.
Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono ini menandai komitmen nyata dalam merevitalisasi peran koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.
Berikut adalah lima mitra strategis dan fokus kerja sama yang disepakati:
PT PLN (Persero), kerja sama pengembangan ketenagalistrikan dan digitalisasi ekonomi desa. Kolaborasi ini akan fokus pada elektrifikasi desa, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta digitalisasi usaha KUD untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar.
PT Bukit Asam Tbk, hilirisasi produk batu bara berbasis koperasi. Koperasi akan dilibatkan secara aktif dalam rantai nilai industri batu bara, mulai dari penyediaan logistik, perdagangan, hingga pengembangan produk turunan batu bara yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
PT PINDAD (Persero), pengembangan teknologi alat pertanian dan penguatan rantai pasok. PINDAD akan berkolaborasi dalam menciptakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tepat guna untuk memodernisasi pertanian desa, sekaligus memperkuat rantai pasok komoditas.
Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga & PT Perkebunan Nusantara IV, penguatan usaha pangan, distribusi, dan perdagangan. Sinergi ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dengan mengoptimalkan distribusi produk pertanian dan perkebunan dari desa ke pasar yang lebih luas.
PINSAR dan ISPI, peningkatan kapasitas sektor peternakan rakyat berbasis koperasi. Dua asosiasi peternakan ini akan memberikan pendampingan teknis, pelatihan, dan transfer ilmu pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas peternakan rakyat yang dikelola oleh KUD.
Ditemui usai acara di Kementerian PPN/Bappenas, Ketua Umum Induk KUD Indonesia, Portasius Nggedi, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah langkah transformatif.
“MoU yang kita tandatangani hari ini adalah sebuah jawaban konkret atas tantangan yang dihadapi oleh koperasi dan ekonomi desa. Ini adalah implementasi dari semangat ‘gotong royong’ antara BUMN, mitra usaha swasta, asosiasi profesi, dan koperasi untuk membangun kemandirian ekonomi nasional dari desa,” ujarnya.
Lebih lanjut Portasius Nggedi memaparkan penjelasan strategis di balik setiap kerja sama, kemitraan dengan PLN adalah fondasi. Listrik yang andal dan digitalisasi adalah nyawa bagi pengembangan usaha desa di era modern.
”KUD dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di desa.”, ungkapnya.
Kemitraan dengan PT Bukit Asam akan menciptakan nilai tambah yang luar biasa bagi anggota jaringan Induk KUD Indonesia.
“Kami ingin mengubah paradigma. Kita jangan hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam hilirisasi sumber daya alam, seperti batu bara. ” jelas Portasius Nggedi.
Kemitraan dengan Koperasi Nusa Tiga & PTPN IV adalah upaya menyambung mata rantai yang sering terputus antara produsen di desa dengan konsumen. KUD dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi kekuatan distribusi dan perdagangan yang tangguh untuk produk-produk pangan unggulan.
Kerjasama dengan PT PINDAD merupakan upaya modernisasi pertanian desa yang tidak bisa ditunda.
”Kolaborasi dengan PINDAD akan menghasilkan alsintan yang sesuai dengan kebutuhan petani kita, sekaligus memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir menjadi lebih kuat dan efisien.”, tambah Portasius Nggedi.
Sedangkan dengan PINSAR dan ISPI adalah upaya mengembangkan sektor peternakan rakyat yang memiliki potensi besar.
”Dengan pendampingan dari ahli, kami yakin jaringan Induk KUD Indonesia dapat mengelola peternakan dengan standar yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.” tegasnya.
Portasius Ngeedi menyatakan keyakinannya lima kerja sama strategis ini adalah pilot project yang akan menjadi bukti bahwa ketika koperasi dikelola secara profesional dan didukung oleh kemitraan yang tepat, ia mampu menjadi powerful engine of growth (mesin pertumbuhan yang kuat) bagi perekonomian Indonesia, dimulai dari desa.
Acara yang mengangkat tema sejarah perencanaan pembangunan ini memberikan pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang digagas para pendiri bangsa sejak dini, kini diwujudkan kembali melalui kolaborasi nyata untuk membangun Indonesia dari desa. (TAB)


